Postingan

Urban Lakes, South Tangerang City Based on Water Quality Index and Phytoplankton Composition as Bioindicator

  Archive. WQI results in 8 urban lakes in South Tangerang City  Water Quality Index (WQI) measurement results in the lakes ranged from 61.18-79.53. PJL, GL, KL and PAML lakes had values >71 within the good category otherwise. Furthermore, PARL, RL, BL and CL had values >51 within the medium category. An assessment of water quality in 8 urban lakes in South Tangerang City was conducted, as their condition was a concern. This research aims to assess water quality based on the condition of chemical-physical variables and phytoplankton composition. This research was conducted from late May to early October 2021 (the dry season until the inter-seasonal period). The Water Quality Index (WQI) ranged from 61.18-79.53 (medium-good). Phytoplankton composition consisted of 65 genera from 11 classes and 6 divisions. Oscillatoria, Euglena and Pediastrum were the dominant genera, meanwhile, Cyanophyceae and Chlorophyceae were the dominant class. Phyt...

Potential of Gastropods as Bioassessment of Anthropogenic Litter Pollution in Urban Lake

Gambar
  Archive Percentage of total AL cover. This study on Anthropogenic Litter (AL) was conducted at 5 stations in Situ Gintung, South Tangerang, Indonesia, during the dry and rainy seasons between May to July 2015 and February to April 2016, respectively. The objectives were to determine the correlation between temporally and spatially distributed AL items with gastropods and bioassessment of lake from AL. Generally, the AL consisted of plastic products, rubber, cans, paper, and glass, where plastic bags were discovered more during the two seasons at insignificantly different quantities (p>0.05) and all stations at significantly different amounts (p<0.05). The total number and percentage AL cover with gastropods had a low linear regression value and increased by more than 80% during the rainy season. Meanwhile, the difference in the number of AL was insignificant by season but significant based on the station. Although AL had little effect on gastropods, the number of individual...

Komunitas Fitoplankton sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Situ di Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Gambar
Arsip Pribadi (Kiri ke Kanan) Situ Bungur, Situ Kuru, dan Situ Gintung Situ di Kota Tangerang Selatan memiliki kondisi memprihatinkan sehingga mempengaruhi kondisi biologis fitoplankton. Fitoplankton menjadi bioindikator kualitas akuatik karena sensitif terhadap perubahan lingkungan. Tujuan penelitian ini mengetahui kimia-fisik perairan dan kelimpahan komunitas fitoplankton. Penelitianini dilakukan di tiga Situ Tangerang Selatan yaitu Situ Gintung, Situ Kuru, dan Situ Bungur pada bulan Juni-Agustus 2016. Pengambilan sampel mengacu pada Bellinger dan Sigee (2010) yang modifikasi. Hasil kualitas perairan dari Situ Kuru, Situ Bungur dan Situ Gintung berkategori baik, walaupun nilai WQI cenderung menurun pada tiap periode. Nilai keanekaragaman di ketiga berada direntang 0,5409–1,982 yaitu sedangkan nilai keseragaman berada direntang 0,3357 – 0,7901, dan nilai dominansi berada diangka 0,2078 – 0,733 dengan masing-masing berkategori rendah hingga sedang. Komposisi jenis (%) yang ditemukan di...

EVALUASI PROGRAM ZERO KARAMBA JARING APUNG (KJA) TERHADAP KUALITAS PERAIRAN SITU GINTUNG BERDASARKAN INDEKS BIOTIK

Gambar
Foto : Arsip Pribadi Tim Peneliti Zero (KJA) Situ Gintung merupakan salah satu perairan yang diaplikasikan program zero karamba jaring apung (KJA) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum dengan tujuan dapat memperbaiki kualitas dan nutrien perairan. Tujuan penelitian ini mengevaluasi program zero KJA terhadap kualitas dan status nutrien berdasarkan indeks biotik yaitu plankton dan gastropoda. Pengambilan sampel pada lima stasiun di Situ Gintung setelah diaplikasikannnya program zero KJA. Faktor kimia-fisik yang diukur adalah suhu air, derajat keasaman (pH) air, kecerahan, padatan terlarut total, kekeruhan, dan oksigen terlarut (DO) dengan water quality checker (WQC). Pengujian nitrit dan fosfat dilakukan dengan menggunakan UV-Vis Spektrofotometer. Pengambilan sampel plankton menggunakan metode filtrasi dan gastropoda dengan cara hand collecting pada kuadrat 1 meter persegi. Hasil pengukuran...

Kimia Fisik Perairan dan Ektoparasit Ikan Nila dan Patin Di Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten

Gambar
Foto : Arsip Pribadi   Kualitas perairan yang buruk berdasarkan kimia fisik adalah salah s atu faktor yang mempengaruhi infeksi dan kehadiran ektoparasit ikan. Tujuan penelitian ini adalah un tuk mengetahui kimia fisik perairan, jenis-jenis ektoparasit, prevalensi ektoparasit dan hubungan ektoparasit ikan dengan kimia fisik perairan. Penelitian dilakukan di Situ Gintung, Tangerang Selatan dari bulan Maret sampai dengan J uni 2018 dengan sampel berasal dari Keramba Jaring Apung (KJA) dan hasil memancing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kimia fisik perairan secara umum masih berada dalam rentang nilai standar baku mutu untuk budidaya ika n. Jumlah dan jenis ektoparasit ikan terdiri dari Trichodina sp ., Chilodonella sp., Litonotus sp., Vorticella sp., Dactylogyrus sp. dan Capillaria sp. Berdasarkan Canonical Correspondence Analysis (CCA) menunjukkan bahwa ektoparasit dipengaruhi oleh kimia fisik perair...

Evaluation of the Feasibility of Temporary Waste Storage at the Integrated Laboratory Center, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Gambar
Foto : Arsip Pusat Laboratorium Terpadu Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) sebagai tempat menyimpan limbah di Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) didirikan pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah dari segi bangunan dan pengelolaannya berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 12 tahun 2020 dan Nomor 19 tahun 2021 untuk terwujudnya TPS yang lebih layak dan mencukupi. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi lapangan, analisis data menggunakan analisis SWOT melalui FGD. Hasil penelitian menunjukkan jumlah limbah cair yang tersimpan 753,799 liter dan limbah padat yang tersimpan 233,6 kg. Besar rata-rata suhu dan kelembapan di ruang penyimpanan limbah cair 29,04°C dan 68,47 RH%, di ruang penyimpanan limbah padat 29,17°C dan 68,13 RH%. Sistem pengelolaan TPS limbah sudah sesuai regulasi dan standar, lokasi bangunan ...